• RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
Tampilkan postingan dengan label Teknologi dan Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi dan Informasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 April 2014

Manajemen Aplikasi pada Linux

Pada pembahasan kali ini anda akan mempelajari dan dapat mengerti konsep RPM, TAR dan GZIP. menggunakan RPM, menggunakan TAR dan GZIP untuk  instalasi software .

1.    MANAJEMEN PAKET SOFTWARE

Setiap system Linux mempunyai manajemen paket software, yang paling popular adalah RPM (RedHat Package Management).

RPM mengatur instalasi paket software, maintenance/upgrade dan menghapus paketsoftware dari system, atau lebih dikenal dengan install dan uninstall (install / remove).

RPM menyimpan informasi tentang paket yang diinstalasi dalam sebuah database. Penghapusan paket berarti juga menghapus semua files dan direktori yang terdaftar pada database tersebut, lengkap dengan nama PATH (lokasi dimana file dan direktori tersebut berada).

RPM menyimpan paket dalam bentuk file yang telah dikompres dan ditulis sebagai file degan ekstensi .rpm.

2.    FUNGSI MANAJER PAKET SOFTWARE

    Menghitung besar paketyang disesuaikan dengan kapasitas penyimpanan disk yang masih tersedia, apakah cukup atau tidak.
    Memeriksa apakah ada library atau file- file lain yang dibutuhkan untuk software tersebut.
    Menghindari konflik dengan software yang telah terpasang di system.
    Proses instalasi tidak mengacaukan system (membuat system file menjadi terganggu / korup).
    Upgrade ke versi yang baru tanpa mengganggu konfigurasi yang sudah ada.
    Verifikasi files dalam paket tersebut.

3.    PAKET SOFTWARE

Terdiri dari 2 jenis :

    Paket binary (biner), terdiri atas kumpulan program executable. Paket ini berekstensi *.rpm.
    Paket source, Berisi teks dari program yang kemudian dapat dikompilasi menjadi executable. Paket ini mempunyai ekstensi *.src.rpm.

4.    NAMA PAKET

Penamaan paket diatur dengan konven si sebagai berikut :

    Nama
    Versi
    Release
    Platform arsitektur (Intel, Alpha, Risc, …)

 
Linux
5.    RPM QUERY
RPM dengan opsi  –qmemberikan informasi tentang paket sebagai berikut :
# rpm –q samba
samba –2.0.5 -1S
#
Informasi tentang versi paket samba adalah versi 2.0.5. 
Beberapa sub - opsi dapat diberikan, antara lain :
imenampilkan informasi yang lebih rinci
llist (daftar) se mua file(s)
dtampilkan hanya file dokumentasi saja
ctampilkan hanya konfigurasi file
finfo tentang paket memiliki file apa saja
pberfungsi pada paket yang belum diinstalasi
--scriptsmenampilkan script untuk instalasi
6.    TAR
Tar singkatan dari Tape A Rchive. Tar mula- mula didesain untuk backup tape, tetapi digunakan untuk membuat file tar pada semua sistem file. tar membuat satu "tar nama  versi   release   platform file" (yang disebut dengan "tarball") pada beberapa file dan direktori. File tar tidak dikompresi, hanya sebuah file heap yang dibentuk bersama dalam satu kontainer.Sehingga file tar akan mempunyai jumlah byte yang sama dengan semua file individu yang dikombinasikan ditambah sedikit file ekstra. File tar dapat dikompresi dengan menggunakan gzip atau bzip2.
Contoh :
  • tar  –xvf example.tar  mengekstraksi isi dari  example.tar dan menunjukkan file yang akan diekstraksi
  • tar  –cf backup.tar /home/ftp/pub  membuat file tar bernama backup.tar  dari isi direktori home/ftp/pub
  • tar –tvf example.tar  menampilkan isi dari example.tar pada screen. 

7.    GZIP
Gzip merupakan format ZIP UNIX yang asli. Biasanya membentuk file tar terlebih dahulu dan kemudian mengkompresi dengan menggunakan gzip. File -file ini mempunyai ekstensi .tar.gz yang menunjukkan file tar yang di - zip dengan gzip. Selain itu juga terdapat file berekstensi .tgz. File ini merupakan file kompresi dengan gzip yang kompatibel dengan WinZip dan PkZip. Sehingga file zip pada UNIX dapat di unzip pada Windows.
Contoh :
  • Untuk kompresi file menggunakan gzip, eksekusi perintah berikut  : gzip filename.tar (dimana filename.tar adalah nama file yang dikompres).  Hasil dari operasi ini adalah file yang bernama filename.tar.gz.  Defaultnya, gzip akan menghapus file filename.tar
  • Untuk dekompresi file menggunakan gzip, eksekusi perintah beriku t : gzip   – d filename.tar.gz. Hasil dari operasi ini adalah file bernama filename.tar. Defaultnya, gzip akan menghapus file filename.tar.gz
Source : http://siteblogforu.blogspot.com/

Manajemen User dan Group Di Linux debian

 Manajemen User dan Group Di Linux debian

Dilinux  sendiri sama seperti OS yang lain bisa menambahkan lebih dari 1 user untuk menggunakan komputer. User itu sendiri dibuat untuk membagi tugas kepada masing-masing orang untuk lebih meringankan beban kerja. Sedangkan group adalah kumpulan dari beberapa user yang menjadi 1 kelompok kerja. Biasanya ini dibuat untuk membedakan divisi-divisi kerja supaya tidak campur aduk.


Root adalah user tertinggi yang ada di linux. User bisa mengakses file dan direktori dengan full akses RWX.

Untuk lebih jelasnya berikut tutorialnya :

Menambahkan User

Disini saya memakai linux Ubuntu 13.04 yang secara default sudah memiliki 2 buah user yaitu Root dan user yang di buat pada saat proses instalasi. Kita bisa menambahkan user dengan syntax :

sudo adduser nama_user

Buka terminal

dan masuk sebagai root


 



Setelah itu ketikan syntax tadi, disini saya menambahkan user dengan nama "akuntan". Kemudian di diminta untuk mengisi passwd dan identitas user tersebut.


Selamat anda telah berhasil membuat user baru. :)




Menambahkan Group

Untuk menambahkan group baru pada linux bisa menggunakan syntax :

sudo addgroup nama_group

Buka terminal dan login sebagai root






Kemudian ketikan syntax diatas dengan memasukan nama group yang ingin dibuat, disini saya menggunaka nama group "keuangan".






Selamat anda berhasil membuat group. :)


Memasukan User kedalam Sebuah Group

Setelah tadi kita sudah membuat user dan group baru. Sekarang kita akan memasukan user "akuntan" tadi kedalam group "keuangan". Cara memasukannya dengan menggunakan syntax :

sudo adduser nama_user nama_group

Buka terminal dan login sebagai root. Ketikanlah syntax diatas dan rubah nama_user dan nama_group dengan user dan group tadi yang sudah dibuat.





Setelah mengeksuki perintah tersebut maka user akuntan akan masuk kedalam group keuangan. Untuk melihat apakah user tadi sudah masuk kedalam group atau belum, kita bisa mengeceknya dengan syntax :

cat /etc/group





Selamat kalian berhasil memasukan user kedalam suatu group. :)

Mengubah Owner dan Group Suatu File

Saya akan membuat file dengan user root. File ini nantinya akan saya rubah kepimilkikan dan groupnya. Pertama buat sebuha file menggunakan text editor gedit.

sudo gedit nama_file

Buka terminal login sebagai root. lalu ketikan syntax diatas, disini saya menggunakan "file" sebagai nama file tersebut.






Kemudian akan muncul text editor gedit. isikan isi dari file tersebut, lalu save.

Lihat apakah filenya sudah terbentuk atau belum dengan syntax :

ls





ls -l (untuk melihat atribut file)






Terlihat pada gambar diatas file yang bernama file owner dan groupnya masih sama-sama root. Disini saya akan merubah Owner dan Group dari file tersebut.

Syntax :

chown nama_user nama_file

chgrp nama_group nama_file





Setalah itu lihat lah dengan ls -l apakah sudah terganti atau belum owner dan groupnya.






Selamat file owner dan groupnya sudah berubah. :)


Menghapus User dan Group


Berikut adalah cara untuk menghapus user dan group yang sudah kita buat. Ini mungkin berguna apabila user dan group tersebut sudah tidak terpakai. Dari pada menuh-menuhin memori. hhe

Syntax :

userdel option nama_user

groupdel nama-group



Sekian tutorial dari saya tentang manajemen user dan group yang ada dilinux. semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Source : http://tulisanilmukomputer.blogspot.com



KONSEP PROSES PADA SISTEM OPERASI LINUX

Proses adalah program yang sedang dieksekusi. Setiap kali menggunakan utilitas sistem atau program aplikasi dari shell, satu atau lebih proses ”child” akan dibuat oleh shell sesuai perintah yang diberikan. Setiap kali instruksi dibe rikan pada Linux shell, maka kernel akan menciptakan sebuah proses-id. Proses ini disebut juga dengan terminology Unix sebagai sebuah Job. Proses Id (PID) dimulai dari 0, yaitu proses INIT, kemudian diikuti oleh proses berikutnya (terdaftar pada /etc/ini ttab ). Beberapa tipe proses :

Foreground, Proses yang diciptakan oleh pemakai langsung pada terminal (interaktif, dialog)

Batch, Proses yang dikumpulkan dan dijalankan secara sekuensial (satu persatu). Proses Batch tidak diasosiasikan (berinteraksi) dengan terminal.

Daemon, Proses yang menunggu permintaan (request) dari proses lainnya dan menjalankan tugas sesuai dengan permintaan tersebut. Bila tidak ada request, maka program ini akan berada dalam kondisi “idle” dan tidak menggunakan waktu hitung CPU. Umumnya nama proses daemon di UNIX berakhiran d, misalnya inetd, named , popd, dll.

2. SINYAL

Proses dapat mengirim dan menerima sinyal dari dan ke proses lainnya. Proses mengirim sinyal melalui instruksi “kill” dengan format


kill [ -nomor sinyal] PID


Nomor sinyal : 1 s/d maksimum nomor sinyal yang didefinisikan system Standar nomor sinyal yang terpenting adalah :












3. MENGIRIM SINYAL




Mengirim sinyal adalah satu alat komunikasi antar proses, yaitu memberitahukan proses yang sedang berjalan bahwaada sesuatu yang harus dikendalikan. Berdasarkan sinyal yang dikirim ini maka proses dapat bereaksi dan administrator/programmer dapat menentukan reaksi tersebut. Mengirim sinyal menggunakan instruksi


kill [ -nomor sinyal] PID

Sebelum mengirim sinyal PID proses yang akan dikirim harus diketahui terlebih dahulu.

4. MENGONTROL PROSES PADA SHELL

Shell menyediakan fasilitas job control yang memungkinkan mengontrol beberapa job atau proses yang sedang berjalan pada waktu yang sama. Misalnya bila melakukan pengeditan file teks dan ingin melakukan interrupt pengeditan untuk mengerjakan hal lainnya. Bila selesai, dapat kembali ( switch) ke editor dan melakukan pengeditan file teks kembali.

Job bekerja pada foreground atau background . Pada foregroundhanya diperuntukkan untuk satu job pada satu waktu. Job pada foregroundakan mengontrol shell - menerima input dari keyboard dan mengirim output ke layar. Job pada background tidak menerima input dari terminal, biasanya berjalan tanpa memerlukan interaksi.

Job pada foreground kemungkinan dihentikan sementara (suspend), dengan menekan [Ctrl - Z]. Job yang dihentikan sementara dapat dijalankan kembali pada foreground atau background sesuai keperluan dengan menekan ” fg ” atau ” bg ”. Sebagai catatan, menghentikan job seme ntara sangat berbeda dengan melakuakan interrupt job (biasanya menggunakan [Ctrl -C]), dimana job yang diinterrup akan dimatikan secara permanen dan tidak dapat dijalankan lagi.

5. MENGONTROL PROSES LAIN

Perintah ps dapat digunakan untuk menunjukkan semua proses yang sedang berjalan pada mesin (bukan hanya proses pada shell saat ini)dengan format :
ps –fae atau


ps -aux


Beberapa versi UNIX mempunyai utilitas sistem yang disebut top yang menyediakan cara interaktif untuk memonitor aktifitas sistem. Statistik secara detail dengan proses yang berjalan ditampilkan dan secara terus - menerus di - refresh . Proses ditampilkan secara terurut dari utilitas CPU. Kunci yang berguna pada top adalah :



s –set update frequency
u –display proses dari satu user
k –kill proses ( dengan PID)
q –quit

Utilitas untuk melakukan pengontrolan proses dapat ditemukan pada sistem UNIX adalah perinta h killall. Perintah ini akan menghentikan proses sesuai PID atau job number proses.




source : http://siteblogforu.blogspot.com/

Operasi File dan Struktur Direktori Linux

1.ORGANISASI FILE

Sistem file pada Linux menyerupai pepohonan (tree), yaitu dimulai dari root, kemudian direktory dan sub direktory. Sistem file pada Linux diatur secara hierarkikal, yaitu dimulai dari root dengan symbol “/” seperti Gambar 3.1

Kita dapat menciptakan File dan Direktori mulai dari root ke bawah. Direktori adalah file khusus, yang berisi nama file dan INODE (Pointer yang menunjuk ke data / isi file tersebut). Secara logika, direktori dapat berisi File dan Direktori lagi (disebut juga Subdirektori).



[000.bmp]

2. DIREKTORI STANDAR

Setelah proses instalasi, Linux menciptakan system file yang baku, terdiri atas direktory sebagai berikut :
[sistem+Flowchart1.png]

Direktori /etc

Berisi file yang berhubungan dengan administrasi system, maintanance script, konfigurasi, security dll. Hanya superuser yang boleh memodifikasi file yang berada di direktori ini. Subdirektori yang sering diakses pada direktori /etc antaran lain :

• Httpd, apache web server.

• Ppp, point to point protocol untuk koneksi ke internet.

• rc.d atau init.d , inisialisasi (startup) dan terminasi (shutdown) proses di Linux dengan konsep runlevel.

• cron.d rincian proses yang dieksekusi dengan menggunakan jadwal ( time dependent process)

• FILES, file security dan konfigurasi meliputi : passwd, hosts, shadow, ftpaccess, inetd.conf, lilo.conf, motd, printcap, profile, resolv.conf, sendmail.cf, syslog.conf, dhcp.conf, smb.conf, fstab.

Direktori /dev

Konsep Unix dan Linux adalah memperlakukan peralatan hardware sama seperti penanganan file. Setiap alat mempunyai nama file yang disimpan pada direktori /dev.

[0000.PNG]
Direktori /proc

Direktori /proc adalah direktori yang dibuat diatas RAM (Random Access Memory) dengan system file yang diatur oleh kernel. /proc berisi nomor proses dari system dan nama driver yang aktif di system. Semua direktori berukuran 0 (kosong) kecuali file kcore dan self. Setiap nomor yang ada pada direktori tsb merepresentasikan PID (proses ID).

3. TIPE FILE

Pada Linux terdapat 6 buah tipe file yaitu :

• Ordinary file

• Direktori

• Block Device ( Peralatan I/O )

Merupakan representasi dari peralatan hardware yang menggunakan transmisi data per block (misalnya 1 KB block), seperti disk, floppy, tape.

• Character Device (Peralatan I/O)

Merupakan representasi dari peralatan hardware yang menggunakan transmisi data karakter per karakter, seperti terminal, modem, plotter dll.

• Named Pipe (FIFO)

File yang digunakan secara intern oleh system operasi untuk komunikasi antar proses.

• Link File

4. PROPERTI FILE

File mempunyai beberapa atribut, antara lain :

• Tipe file : menentukan tipe dari file, yaitu :
[0000.PNG]

• Ijin akses : menentukan hak user terhadap file ini.

• Jumlah link : jumlah link untuk file ini.

• Pemilik (owner) : menentukan siapa pemilik file ini

• Group : menentukan grup yang memiliki file ini

• Jumlah karakter : menentukan ukuran file dalam byte

• Waktu Pembuatan : menentukan kapan file terakhir dimodifikasi

• Nama File : menentukan nama file yang dimaksud

Contoh

-rw-rw-r-- 1 bin auth 1639 oct 16 13:00 /etc/passwd

Penjelasan

- : merupakan tipe

rw-rw-r-- : merupakan ijin akses

1 : jumlah link

bin : pemilik

auth : group

1639 : jumlah karakter

Oct 16 13:00 : waktu

/etc/passwd : Nama file

5. NAMA FILE

Nama file maksimal terdiri dari 255 karakter berupa alfanumerik dan beberapa karakter spesial yaitu garis bawah, titik, koma dan lainnya kecuali spasi dan karakter-karakter berikut :

“&” , “,”, “|” , “?” , “ ’ ” , “ “ “ , “(“ , “)” , “[“ , “]” , “$” , “<” , “>” , “{“ , “}” , “^” , “#” , “\” , “/”.

Linux membedakan huruf kecil dengan huruf besar (case sensitif),

Contoh nama file yang benar :

Abcde5434

3

Prog.txt

PROG.txt

Prog.txt, old

report_1-1, v2.0.1

5-01.web.html

6. SIMBOLIC LINK

Link adalah teknik untuk memberikan lebih dari satu nama file dengan data yang sama. Bila file asli dihapus, maka data yang baru juga terhapus. Format dari Link : ln fileAsli fileDuplikat

File duplikat disebut hard link dimana kedua file akan muncul identik (link count=2) Bila fileAsli atau fileDuplikat diubah, maka perubahan akan terjadi pada file lainnya.

Simbolic link diperlukan bila file tersebut di “Link” dengan direktori /file yang berada pada partisi yang berbeda. Tipe file menjadi 1 (link) dan file tersebut menunjuk ke tempat asal. Format :

ln –s /fullpath/fileAsli /FullPath/FileDuplikat

Pilihan –s (shortcut) merupakan bentuk soft link, simbolic link dapat dilakukan pada file yang tidak ada, sedangkan pada hard link tidak dimungkinkan. Perbedaan lain, simbolic link dapat dibentuk melalui media disk atau partisi yang berbeda dengan soft link, tetapi pada hard link terbatas pada partisi disk yang sama.

7. MELIHAT ISI FILE

Untuk melihat jenis file menggunakan format :

file filename(s)

isi file akan dilaporkan dengan deskripsi level tinggi seperti contoh berikut :

# file myprog.c letter.txt webpage.html

myproc.c : C program text

letter.txt : ASCII text

webpage.html : HTML document text

perintah ini dapat digunakan secara luas untuk file yang kadang membingungkan, misalnya antara kode C++ dan java.

8. MENCARI FILE

Jika ingin melihat bagaimana pohon direktori dapat digunakan perintah

• Find

Format : find directory_name targetfile –print

Akan melihat file yang bernama targetfile (bisa berupa karakter wildcard)

• Which

Format : which command

Untuk mengetahui letak system utility

• Locate

Format : locate string

Akan mencari file pada semua direktori dengan lebih cepat dan ditampilkan dengan path yang penuh.

9. MENCARI TEXT PADA FILE

Untuk mencari text pada file digunakan perintah grep (General Regular Expression Print) dengan format perintah :

grep option pattern files

Grep akan mencari file yang bernama sesuai pattern yang diberikan dan akan menampilkan baris yang sesuai.

Source : http://fandi-kurniawan.blogspot.com/

Perintah dasar sistem operasi linux

 Perintah dasar sistem operasi linux




System operasi Linux merupakan system operasi yang open source,free dan mudah di kembangkan di ciptakan oleh Linus Torvald , System operasi Linux memiliki banyak beberapa distro di antaranya debian yang termasuk dalam distro ini diantaranya Ubuntu ,Linux min .

And now , Perintah-perintah dasar nya :

    1.Melihat identitas diri (nomor id dan group id)

[labkom@labkom-desktop]$ id

pada perintah id fungsinya untuk menampilkan user atau pengguna Linux pada komputer itu dan juga id dari grup .

    2.Mengganti prompt dengan “$”

[labkom@labkom-desktop]$ PS1=‖$ ‖

    3.Melihat tanggal dan kalender dari sistem

-Melihat tanggal saat ini

$ date

-Melihat kalender

$ cal 9 2002

$ cal -y

Pada perintah date untuk menampilkan tanggal saat itu yang sudah diatur di komputer. Dan untuk perintah cal untuk menampilkan kalender.

Perintah cal -y itu digunakan untuk menampilkan calendar pada tahun yang saat itu diatur di komputer anda, sedangkan cal 9 2002 menampilkan kalender pada bulan september 2002 sesuai dengan perintah yang diketikkan.

    4.Melihat identitas mesin

$ hostname

$ uname

$ uname -a

Pada perintah hostname gunanya untuk menampilkan nama local host yg sedang dipakai .

Dan untuk perintah uname gunanya untuk menampilkan informasi dari sistem, dan ketika kita menambahkan -a pada perintah uname maka perintah itu gunanya untuk menampilkan informasi system kernel seperti pada gambar

    5.Melihat siapa yang sedang aktif

-Mengetahui siapa saja yang sedang aktif

$ w

$ who

$ whoami

Pada perintah w gunanya untuk menampilkan siapa yang sedang aktif, waktu aktif dan berapa lama aktif. Dan untuk perintah who menunjukkan siapa yang sedang aktif serta waktu aktif. Sedangkan untuk perintah whoami hanya menunjukkan userid yang efektif.

-Mengubah informasi finger

$ chfn xxxxxx

Changing finger information for student. Password:

Name[labkom]: <Nama Pengguna di pc labkom > Office[]: Lab Linux

Office Phone [ ] : 082

Home Phone [ ] : 1234567

Finger information changed.

-Melihat informasi finger

$ finger

$ finger xxxxxxxx

    6 Menggunakan manual

$ man ls

$ man man

Pada perintah man digunakan untuk bantuan manual atau untuk mencari tahu fungsi dari sebuah perintah. Sebagai contoh diatas adalah man ls yang menampilkan fungsi dari perintah ls dan deskripsi lebih lengkap tentang perintah ls

Dan jika perintah ls diikuti oleh -k dan disambung dengan sebuah kata kunci fungsinya menjadi pencarian perintah yang deskripsinya mengandung kata kunci yang kita ketikkan.

    7. Mencari perintah yang tepat sama dengan kunci yang dicari

$ whatis date

Pada perintah whatis walaupun mempunyai fungsi yang sama dengan apropos yaitu untuk mencari perintah dengan kata kunci tetapi perbedaannya adalah jika apropos akan menampilkan semua perintah yang mengandung kata kunci, itu tidak sama dengan whatis dimana whatis hanya menampilkan yang benar-benar sama atau tepat seperti kata kunci.

    8. Manipulasi berkas (file) dan direktori

-Menampilkan current working directory

$ ls

- Melihat semua file lengkap

$ ls –l

-Menampilkan semua file atau direktori yang tersembunyi

$ ls –a

-Menampilkan semua file atau direktori tanpa proses pengurutan

$ ls –f

- Menampilkan isi suatu direktori

$ ls /usr

- Menampilkan isi direktori root

$ ls /

-Menampilkan semua file atau direktori dengan menandai : tanda (/) untuk direktori, tanda asterik (*) untuk file yang bersifat executable, tanda (@) untuk file symbolic link, tanda (=) untuk socket, tanda (%) untuk whiteout dan tanda (|) untuk FIFO.

$ ls –F /etc

-Menampilkan file atau direktori secara lengkap yaitu terdiri dari nama file, ukuran, tanggal dimodifikasi, pemilik, group dan mode atau atributnya.

$ ls –l /etc

-Menampilkan semua file dan isi direktori. Argumen ini akan menyebabkan proses berjalan agak lama, apabila proses akan dihentikan dapat menggunakan ^C (Ctrl+C).

$ ls –R /usr

Pada perintah ls gunanya untuk menampilkan semua file dan direktori yang ada pada file sistem. Dan jika perintah ls diikuti -l pada akhir perintah maka yang akan ditampilkan adalah semua direktori lengkap pada file sistem dan diurutkan menurut abjad. Dan jika menambahkan -a diakhir perintah ls

yang akan ditampilkan adalah semua file maupun direktori yang tersembunyi. Untuk ls /usr digunakan untuk menampilkan semua file dan direktori yang ada pada folder usr sedangkan untuk ls / fungsinya kurang lebih sama dengan ls yaitu menampilkan semua file dan direktori yang ada pada file sistem.

    9.Melihat tipe file

$ file

$ file *

$ file /bin/ls

Pada perintah file digunakan untuk mengganti atau melihat tipe file.

PPC Iklan Blogger Indonesia

Translate